Oleh: arkray | 10 Agustus 2008

2 mata pedang sang SHISHA

Sihisa ajang gaul

Shisha ajang gaul

Anak gaul mana sih yang ga tau yang namanya SHISA ?

Gw aja, yang bukan anak gaul, pernah ngerasain Shisha. Sebenernya gw nyobain karena temen gw bilang Shisha itu ga berbahaya. Tapi, emang bener ya kalo Shisha ga berbahaya?

Bahkan temen gw bilang kalo Shisha tuh obat batuk. Bener ga sih?

Seperti biasa, gw konsultasi ama Paman Google. Banyak pertanyaan gw terjawab oleh Paman Google, termasuk tentang Shisha ini.

Akhirnya, Paman Google ngenalin gw ama Om Suara Pembaruan & Om Inilahcom. Beliau menjelaskan definisi, sejarah, dan tempat gaul di Jakarta untuk “menyedot” Shisha. Shisha emang bener-bener ajang gaul…

Tapi, seperti biasa, gw coba melihat sisi lain dari Shisha. Jadi gw tanya lagi ke Paman Google. Akhirnya dia ngenalin gw ama Om Detikcom. Nah,, apa kata beliau ya?

Coba Klik disini…

Hayo… Apa kata Om Detikcom ya?

Itu sebabnya kenapa gw ga begitu Sreg ama Shisha. Maaf ya Shisha… gw lebih cenderung suka ama Sushi deh…

Hehehe… Sushi … I miss u…

Yangku… I miss u too… (Lho??)

Oleh: arkray | 7 Agustus 2008

Sushi… Bukan Shisha…

Sushi
Sushi

Bukan

Shisha
Shisha

Siapa yang belum pernah ngerasain Sushi?

Hayo ngaku…

Gw udah donk… hehehe… (Norakz deh gw…)

Sebenernya gw ga niat beli sushi, ini semua gara-gara temen gw Yudha.

Tepatnya kemarin malam, 6 Agustus 2008, setelah gw pulang interview di Detikcom, gw ke rumah yudha. Niatnya mau ngenet untuk ngisiin KRS yangku (red: Sayangku). Jam 9 malem, gw diajak Yudha makan di luar bareng temen-temen yang lain.

Yudha : “Dan, udah makan belom?”

Gw : “Udah di rumah. Kenapa emangya?”

Yudha : “Gw belum makan, makan di luar nyok..”

Gw : “Yah gw udah makan, tapi gpp de,, mang dimane? Ame siape aje?”

Yudha : “Di tebet, ama Hendar n Rizki” (Hendar dan Rizki adalah temen SMP yudha yang tinggal di komplek perumahan yang sama dengan yudha. Gw juga kenal mereka sejak SMA)

Gw : “Waduh, besok pagi jam 6 gw mau ke kampus. Tapi gpp dah,, ” (Udah lama gw ga jalan-jalan ama temen-temen gw ini)

Setelah Hendar dan Rizki dateng ke rumah yudha, langsung ke tebet dah…

Nyampe sana, Yudha ternyata mau beli Shisha (Bukan sushi ya,,, gw ga salah ketik ko). Eh… gw liat mini restoran yang jual sushi… Langsung beli dah…

Yang dibeli semuanya rasa ikan salmon n tuna. Gara-gara yudha yang mesen tuh… Gw mah iya-iya aja, ga ngerti gw… yang penting murah n enak. hehehe… 🙂

Sushi… pertama gw… enak ga ya?? doyan ga ya gw??

Ternyata,, “Makyusssszzz” (Seolah-olah pembawa acara Wisata Kuliner). Emang kecil tuh sushi, apalagi isinya. Kecil banget…). Tapi,

Setelah gw gigit tuh rasa ikan menyebar ke setiap sudut mulut gw… (Ehhhmmm… Nikmat…)

Kalo lo iseng-iseng ke Tebet gw saranin lo cobain deh tu Sushi di sana. Enak bangetzzz… Walaupun Yudha bilang masih ada tempat lain selain di tebet yang sushi-nya lebih enak.

Lain kali gw cobain sushi dengan rasa yang lain … hohoho …

Akhirnya jam 11 malem gw cabut dari tebet. Masih kerasa tuh sushi di mulut gw ampe sekarang… (Hiperbol banget…)

Oleh: arkray | 7 Agustus 2008

Jujur VS Setia Kawan

 

Karena banyak yang tanya ke gw tentang interview di Detikcom, jadi tulisan kali ini tentang interview gw di Detikcom.

Kamis, 6 Agustus 2008, gw menjalani interview di PT. Agrakom Multicitra Siberkom (Detikcom). Sebelum gw diinterview, gw disuruh mengisi form yang diberikan oleh Pak Nanang. Isian tersebut tentang biodata, gaji dan fasilitas harapan, dan ada isian untuk menuliskan 20 kalimat yang mencirikan kepribadian, dll. Sekitar 1 jam gw baru dapat menyelesaikan form tersebut. (Banyak lho…)

Selanjutnya, dua orang interviewer disediakan oleh Detikcom untuk “menghadapi” gw. Hehehe… Mereka adalah…

  1. Bu Rohalina (HRD)
  2. Pak Aziz (Senior progammer)

Kesan pertama siy, santai2 aja… Maklum kedua interviewer tersebut masih terlihat muda bagi gw. Setelah memperkenalkan diri, beliau langsung “to the point”. Pertanyaan yang muncul di ronde-ronde awal bukan mempertanyakan kepribadian gw. Pertanyaan tersebut langsung ke hal-hal teknis seputar keahlian gw, pengalaman kerja, dan tentang JAVA dan PHP. Bahkan ada pertanyaan tentang e-business yang dijalankan oleh Detikcom. Wow… Gw ga gitu ngerti… Tapi tetep gw jawab sesuai yang gw tahu. Pertempuran semakin alot,, Bu Rohalina memtutuskan untuk pindah ke ruangan yang lebih luas. (Oooo… jadi tambah seru niy…)

Bu Rohalina memang paling banyak bertanya, tapi bagi gw pertanyaan yang sulit dijawab, lebih sering dilontarkan oleh Pak Aziz. Beliau sempat bertanya tentang arsitektur detik.com, database apa yang cocok untuk detik.com, bahkan beliau bertanya berapa lama waktu tempuh dari rumah gw ke kantor Detikcom (Yang paling susah niy… hehehe…).

Dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan beliau-beliau, ada satu pertanyaan yang membuat gw berpikir cukup lama dan bener2 membuat bimbang hati gw.

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Pak Aziz. Berikut pertanyaannya :

“Kalau Anda dihadapkan pada suatu kondisi dimana Anda harus memilih satu pilihan, Apa yang Anda pilih, JUJUR atau SETIA KAWAN?”

(Loading….) Ehm…

(Loading…) Ehm…

(Loading…) Ehm… Lagi…

Gw jawab, “tergantung kondisi”.

Terus gw tanya, “Kondisi awalnya apa Pak?”.

Beliau bilang, “Tak ada kondisi awal. Pilih aja salah satu…”.

Gw pegangan de… alias bingung.

Yang ada di kepala gw saat itu, adalah “white lies“. Jadi, gw ambil kesimpulan bahwa kita tidak harus selalu jujur. Kadang kebohongan itu menjadi suatu hal yang benar untuk dilakukan. Jadi, jawaban pertama gw adalah SETIA KAWAN. Tapi,

Pak Aziz seolah-olah mencoba membuat gw untuk merubah jawaban. Hingga akhirnya gw berada dalam modus loading lagi,,

(Loading….) Ehm…

(Loading…) Ehm…

(Loading…) Ehm… Lagi…

Selanjutnya, dengan mengendarai ojek, sang ide melintas cepat di dalam pikiran gw. Ide tersebut menyarankan gw untuk melihat Subjek yang bertanya. Iya,, Tepat sekali… Yang bertanya adalah Pak Aziz,, Sang Senior Programmer…

Trus apa hubungannya??

Ya adalah…

Dalam mengembangkan perangkat lunak, Pak Aziz tentunya bekerja dalam sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang sebagai rekannya.

Lalu…

Nah, bekerja dalam sebuah tim tentunya menginginkan kekompakkan dan ke-SETIA KAWAN-an. That’s the point…

Akhirnya,, gw memilih SETIA KAWAN sebagai pilihan gw…

Akhirnya Pak Aziz hanya tersenyum saja… Apa artinya??? Masih menjadi misteri bagi diri gw…

Ok, kurang lebih seperti itu ceritanya. Semoga bermanfaat,,,

Untuk pertanyaan JUJUR atau SETIA KAWAN, bisa saja jawabannya berbeda antar individu. Jadi jawaban gw itu tidak berarti benar ataupun salah.

 

Tambahan tulisan yang ditulis pada tanggal 19 Dzulkaidah 1436 ( 3 September 2015)

Tetiba ada notifikasi masuk email bahwa ada yang komentar pada blog lama saya ini. Walaupun komentar tersebut bukan dari tulisan ini. Tapi setelah dilihat2 (baca: napak tilas) tulisan-tulisan saya waktu masih kuliah ini, ada yang perlu dikoreksi. Tulisan ini merupakan yang perlu dikoreksi.

Pada dasarnya tidak jujur (baca: bohong) adalah perbuahan yang haram. Akan tetapi, terdapat beberapa dusta yang dibolehkan jika memang dusta tersebut sesuai dengan syariah. Beberapa contoh dusta yang dibolehkan menurut syariat adalah:

  1. Bohong dalam peperangan
  2. Bohong dalam mendamaikan yang berselisih
  3. Bohong suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga)

Ketiga hal di atas sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pada HR Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605.

Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim)

Jadi, kesimpulan terkait dengan kasus yang ada di atas adalah memang Jujur adalah yang harus dilakukan dibandingkan Setia Kawan. Akan tetapi, jika ditanya apakah jujur atau dusta, maka ini yang merupakan kondisional.

Wallahu ta’ala a’lam

Referensi: http://rumaysho.com/8848-bohong-yang-dibolehkan.html

Oleh: arkray | 6 Agustus 2008

SMS dari Detikcom

Tgl 4 Agustus 2008, akhirnya gw dapet sms dari PT. Agranet Multicitra Siberkom alias Detikcom. Itu lho… perusahaan yang ngebangun situs detik.com ,, Tau kan… (Ya iya lah… kalo ga tau mah bukan orang IT, hehehe… 🙂 ). Padahal gw lagi di Purwakarta, di rumah calon mertua bersama Yangku (red: Sayangku), hehehe… So, gw langsung bergegas ke rumah gw untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk interview.

Keesokan hari (15.00 WIB)

gw nyoba survey gedung Aldevco Octagon (Tempat orang-orang detik “bersemayam”). Alesan gw survey cuma mau tau berapa waktu tempuh dari rumah gw di Bekasi ke gedung itu. Ada alesan lain juga sih,, 🙂 Tapi ga begitu penting ko,, 😀

Iya… Iya… karena kalian mau tau alesan yang satu lagi, gw kasih tau de… (Pede bangetzzz… Kayak orang-orang mau tau aja). Alesannya : Karena gw ga tau tempatnya. HEhehe… (Cape dehh… Itu mah penting Dan,,,)

Hasil Survey :

  • Waktu tempuh : 1 jam (1 jam udah ditambah waktu buat tengok kanan kiri jalan, cari-cari tulisan Aldevco Octagon)
    Aldevco Octagon

    Aldevco Octagon

    Nah itu di atas penampakan Gedung Aldevco Octagon yang gw lihat waktu survey, tapi ga miring ko gedungnya… (Menara pisa kaleee…)

  • Kesan pertama : Cukup megah, Simple, Asri (lumayan banyak pohonnya, sampai2 plang nama gedungnya hampir ga keliatan ama mata telanjang gw), Cukup adem… (Apalagi di dalam gedung, hehehe… :D)
  • Fyuh… Akhirnya gw udah mengetahui informasi tentang Aldevco Octagon. Sehabis itu, cerita berjalan seperti biasa sampai ke rumah tercinta.

    Oleh: arkray | 24 Juli 2008

    Inner Class – Instantiasi

    Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan tentang Inner Class.

    Inner Class adalah suatu Class yang didefinisikan di dalam Class lain. Dengan kata lain, Inner Class adalah anggota (member) dari Class lain, sama halnya seperti variable dan method. Hal ini mengakibatkan instance dari Inner Class dapat mengakses /berbagi dengan instance dari outer Class-nya. Instance dari Inner Class dapat mengakses semua member dari outer Class-nya, bahkan yang private.

    Ok, Sekarang saya akan mencoba menjelaskan Inner Class yang regular (Inner Class yang biasa). Regular di sini maksudnya adalah bukan static, method-local, atau anonymous. Coba perhatikan Class berikut:

    class MyOuter{

    private int x = 7;

    class MyInner {

    public void seeOuter(){

    System.out.println(“Outer x is ” + x);

    }

    }

    }

    Walaupun variabel x dari class MyOuter adalah private, MyInner tetap bisa mengaksesnya. Ini salah satu kelebihan dari Inner Class.

    Ok, pertanyaan pun akan muncul di benak Anda. Bagaimana cara mengakses MyInner.seeOuter() ? Yang jelas, kita harus menciptakan instance dari MyInner dahulu. Lalu bagaimana melakukan instantiasi MyInner?

    Untuk menginstantiasi sebuah Inner Class, kita harus memiliki instance dari outer Class untuk mengikat Inner Class tersebut. Caranya sebagai berikut:

    1. Instantiasi Inner Class dari dalam code outer Class

    Perhatikan code berikut:

    class MyOuter{

    private int x = 7;

    public void makeInner(){

    MyInner in = new MyInner();

    In.seeOuter();

    }

    class MyInner{

    public void seeOuter(){

    System.out.println(“Outer x is ” + x);

    }

    }

    }

    Code di atas memperlihatkan salah satu cara melakukan instantiasi Inner Class MyInner dari dalam code MyOuter. Ini bisa berjalan jika instance dari MyOuter sudah tercipta, lalu instance tersebut menginvoke method-nya, yaitu makeInner().

    Lalu, bagaimana kalo ingin menciptakan MyInner dari luar code MyOuter?

    2. Membuat Inner Class obyek dari luar code instance outer Class-nya

    Ok, Coba perhatikan kalimat berikut :

    “Untuk menginstantiasi sebuah Inner Class, kita harus memiliki instance dari outer Class untuk mengikat Inner Class tersebut”

    Bila diperhatikan lebih seksama, Anda pasti menemukan sebuah implikasi. Implikasinya adalah bahwa kita tidak akan bisa melakukan instantiasi Inner Class di dalam static method dari outer class-nya. Nah, ini dia implikasinya. Akan tetapi, Apakah bisa menciptakan Inner Class dari luar outer class-nya atau di dalam static method outer class-nya? Jawabnya adalah Bisa. Dengan sedikit trik tentunya. Perhatikan code berikut:

    class AnotherClass{

    public static void main(String[] args){

    MyOuter mo = new MyOuter();

    MyOuter.MyInner inner = mo.new MyInner();

    Inner.seeOuter();

    }

    }

    AnotherClass adalah class lain yang tentunya berada dalam satu package dengan OuterClass (karena access modifier OuterClass adalah default). Jika OuterClass public, maka tentu AnotherClass bisa di dalam package mana saja. Atau bisa disingkat sebagai berikut:

    class AnotherClass{

    public static void main(String[] args){

    MyOuter.MyInner inner = new MyOuter().new MyInner();

    Inner.seeOuter();

    }

    }

    Cukup sederhana kan?

    Sekian pembahasan singkat tentang Inner Class kali ini. Insya Allah lain kali akan saya lanjutkan di lain kesempatan. Selamat mencoba… 🙂

    Older Posts »

    Kategori